Muslims in South Korea

July 26 2013 

SNSD, Big Bang, MBLAQ, f(x), Super Junior, EXO, Brown Eyed Girls… you name it. Korea Selatan dikenal–terutama di negara kita, Indonesia–berkat its talented artists that not only bring the brands along with them, but also the country where they are from. Yes, Korea Selatan memang menjadi salah satu negara paling hip dan noticeable di seluruh dunia berkat kemajuan mereka di bidang entertainment. Hampir bisa dibilang, kalau bukan karena para entertainers yang terlatih banget, Korea Selatan hampir tidak terlihat batang hidungnya. Mungkin buat para ekonom, politikus, atau siapapun yang bekerja di bidang-bidang utama penggerak negara Korea Selatan terkenal karena kemajuan mereka di bidang teknologi, ekonomi, dan politik. Namun, tidak bisa dipungkiri juga bahwa nama Korea Selatan hampir tenggelam karena kalah jauh dari dua negara pesaingnya, Jepang dan Cina, berdasarkan sejarah.

But, anyway, I’m not gonna talk about the history of steamy relationship between South Korea, Japan, and China, and who was the winner of the battle in the past. No, no, no, not that. Even though, I’d love to but I don’t really remember the entire story. So, I’m sorry. We’re talking about something that rarely discussed in South Korea besides its hyper-growing in entertainment industry that helps the sector of economy in South Korea.

Have you heard something about the tolerance in South Korea? Like, the relationship between the citizens in different religions.

Baru-baru ini, aku baca artikel di harian ternama favoritku tentang kehidupan beragama di Korea Selatan di bulan Ramadhan ini. Khususnya, menyoroti kehidupan umat beragama Islam di Korea Selatan.

Honestly, aku sempat menganggap bahwa umat Islam di Korea Selatan itu sedikit, bahkan tidak ada karena tidak pernah terdengar cerita tentang kehidupan beragama di sana. Setiap kali aku search Korea Selatan di internet, aku selalu disuguhi oleh gaya hidup glamor artis, gosip-gosip terbaru, dipengaruhi hedonisme tinggi untuk berbelanja barang-barang yang artis favoritku berperan di dalamnya sebagai brand ambassador, lagu-lagu terbaru yang belum rilis, fashion line yang didirikan artis, dan majalah-majalah yang menampilkan foto-foto artis-artis yang membuatku tertarik untuk membelinya, info-info lowongan kerja, tiket pesawat kesana, dan lain-lain. Seingatku sepanjang melakukan aktivitas iseng itu di depan layar laptop, aku tidak pernah melihat pemberitaan tentang…. kehidupan beragama. Ya, katakanlah, tidak pernah karena aku memang tidak pernah membacanya.

Artikel itu membuka mata saya betapa penduduk Korea Selatan bukan hedonis–inilah akibat jarang baca, maafkan saya ya. Memang sedikit sekali ulasan kehidupan umat Islam di dalamnya, tetapi cukup memuaskan mata saya tatkala saya melihat bangunan masjid yang dipenuhi jamaah shalat Jumat. Mereka tidak berbaris dengan rapi, tetapi benar-benar memperlihatkan sekumpulan orang menuruni tangga sehabis shalat Jumat. Kemudian, setelah beribadah, mereka mengantri untuk mengambil pisang dan susu.

Umat Muslim disana merayakan bulan Ramadhan juga, di dalam atmosfer yang tenang dan sangat mendukung. Tidak ada pertumpahan darah ataupun perang antar agama demi mempertahankan diri yang yang terjadi pada saudara Muslim Rohingya kita dan saudara-saudara Muslim lain di Syria, yang harus berjuang untuk mendapatkan ketenangan demi kelancaran beribadah kepada Allah SWT.

Image

                                                 Ini baru papan jalan penunjuk menuju masjid…

ImageImage

Well, ada sekolah Islam juga disana. Beginilah kalau copy-paste gambar seenaknya dari Google. I hope, I can present you the real pictures, originally taken by me. Semoga aku bisa ke sana dan suguhkan gambar dan cerita yang lebih nyata untuk kalian. Aamiin.

Inti tulisan ini, aku mau memberi tahu kalian bahwa ada satu hal kecil yang kita jarang beri perhatian karena tertutupi oleh kemewahan yang disuguhkan dari hal terbesar di suatu tempat. Keindahan yang nyaris tidak pernah kita lihat meskipun kita belum pernah ke sana karena tergoda akan gemerlap-gemerlap cantik yang memanjakan mata.

Keindahan itu sendiri sebenarnya tersembunyi cukup lama, tersembunyi karena sedikit populasi dunia yang mengetahuinya, tersembunyi karena tidak ada negara mana pun yang menjadikannya contoh indah keindahan beragama.

What?

Well, you know what I mean. Selama pertengkaran umat beragama terjadi di beberapa bagian negara di dunia, tidak ada satu pun yang mengambil contoh dari Negara Ginseng dan negara penyebab Hallyu Wave ini yang hidup dengan damai di dalam perbedaan. Tidak peduli apakah hidup dalam kalangan minoritas atau apapun itu yang memungkinkan kita mempertimbangkan untuk mempertahankan jenis kita dengan berbagai cara.

Isi artikel itu indah sekali. Mimpiku, ingin pergi ke Korea Selatan dan Amerika Serikat. Jika memungkinkan, aku ingin berkuliah sampai kerja di sana. Di salah satu negara itu, atau mungkin dua-duanya jika aku sanggup. Aku pikir, aku akan menjadi satu-satunya seorang Muslim di sana, atau mungkin salah satu dari segelintir yang paling sedikit di antara jutaan orang yang boleh jadi tidak sama denganku. Membuatku berpikir memakai hijab adalah sesuatu yang sensitif di sana.

Well, ternyata tidak. Aku mencintainya, aku suka kenyataan yang akhirnya kubaca langsung dan meruntuhkan segala prasangkaku. Aku termasuk salah satu dari kalangan mayoritas di negaraku, tetapi kemungkinanku lebih besar hidup di kalangan minoritas di negara lain.

Itu tidak berat, Insya Allah. Meskipun menjadi kalangan minoritas, aku bukan satu-satunya kaum di sana. Ada ribuan atau bahkan ratusan ribu orang lain yang sama denganku. Yang harus kulakukan hanyalah menemukan yang lainnya lalu merasa bersemangat karena aku hidup dalam kebersamaan yang sangat sederhana, dan sangat indah.

Aku menunggu saat itu terjadi. Aku penasaran akan seperti apa jadinya hidup di kalangan orang yang bernasib sama sepertiku, tetapi berakhir indah karena kita tahu bagaimana cara mempertahankan diri tanpa pertumpahan darah yang tidak perlu.

Ada yang mau ikut ke Korea bersamaku?

Yuri

About Ayuri

A not-so-elegant, classic girl, who loves writing, reading, dreaming (unlike daydreaming coz it's not good for me), and debating with my brother. I think I can see this world better if I ever experience something somewhere. By my own.
Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s